Pages

About Me

saya itu ya saya..beginilah saya...jadi tak usah tanyakan tentang saya....

Saturday, September 24, 2011

Identitas Jack The Ripper

Seorang sejarawan mengklaim telah menemukan identitas sebenarnya dari Jack the Ripper dan ia percaya bahwa korbannya mungkin lebih banyak dua orang dari yang dikira.

Sejarawan Mei Trow menggunakan teknik forensik modern yang biasa dipakai oleh polisi, termasuk metode profiling psikologi dan geografi hingga menghasilkan kesimpulan bahwa seseorang yang bernama Robert Mann, seorang petugas kamar mayat, adalah pembunuh sadis tersebut.



Teorinya yang merupakan hasil dari riset intensif selama dua tahun dibahas di film dokumenter Discovery Channel yang berjudul "Jack the Ripper : Killer Revealed".

Penelitian Trow bermula pada sebuah informasi yang didapatnya pada tahun 1988 dari hasil pemeriksaan FBI atas kasus Jack The Ripper yang telah menghasilkan profile kepribadian pembunuh yang komprehensif.

Hasil profiling FBI menghasilkan kesimpulan bahwa Jack adalah seorang pria berkulit putih dari masyarakat kelas bawah, kemungkinan merupakan produk broken home.

Jack mungkin seorang pekerja kasar, namun memiliki pengetahuan mengenai anatomi manusia, seperti tukang daging, petugas kamar mayat atau asisten dokter. Jack juga disebut tidak berinteraksi dengan manusia dalam waktu cukup lama sehingga ia mungkin mengalami masalah sosial.

Robert Mann sesuai dengan deskripsi ini. Ia datang dari keluarga bermasalah. Ayahnya jarang hadir dalam hidupnya dan sejak kecil ia telah menjadi pekerja kasar.

Trow mengatakan :"Saya ingin menelusuri lebih jauh daripada sekedar mitos seseorang dengan mantel, topi dan sebilah pisau, dan masuk ke dalam kenyataan. Dan kenyataannya Jack adalah pria biasa."

Trow juga mengemukakan teori yang mengejutkan. Jack The Ripper mungkin telah membunuh dua wanita lainnya.

Ia percaya Martha Tabram yang ditemukan mati dengan 39 luka tusukan di Gunthorpe Street adalah korban pertama Jack. Sedangkan Alice Mackenzie yang yang terbunuh lima bulan setelah lima pembunuhan yang dilakukan Jack merupakan korban terakhirnya.

Mayat dua wanita ini, bersama mayat Polly Nichols dan Annie Chapman, korban Jack lainnya, dikirim ke rumah mayat Whitechapel tempat Robert Mann bekerja. Mann akhirnya menjadi saksi polisi yang mengkonfirmasi penyebab kematian Polly.

Hal lain yang membuat Trow curiga dengan Mann juga karena ia menelanjangi mayat Polly dengan asistennya walaupun inspektur polisi Spratling telah melarangnya untuk menyentuh mayat itu. Menurut Trow, hal ini dilakukan oleh Mann mungkin untuk mengagumi hasil karya pembunuhannya sendiri.

Profesor Laurence Alison, seorang ahli psikologi forensik Universitas Liverpool juga setuju dengan Trow. Dalam film dokumenter itu, ia berkata :"Apabila dilihat dari segi profiling psikologi, Robert Mann adalah tersangka yang paling mungkin".

Teori Trow adalah teori terbaru diantara barisan teori-teori lainnya mengenai identitas Jack The Ripper. Sejak peristiwa pembunuhan tersebut hingga sekarang, paling sedikit ada 100 tersangka yang telah diajukan, termasuk anggota keluarga kerajaan Inggris, seorang dokter dan bahkan seniman Walter Sickert.

»»  READMORE...

Sunday, September 18, 2011

MENGENAL PUISI JEPANG

Sekilas Sejarah


Bangsa Jepang baru mengenal sistem tulisan dan kegiatan tulis menulis pada abad ke-8 Masehi. Dan tulisan-tulisan yang pertama kali adalah berbentuk puisi.

Puisi Jepang dahulu dibawakan secara lisan yang kemudian pada akhirnya ditulis dan menjadi cikal bakal buku-buku pertama di Jepang. Semua pria dan wanita Jepang zaman dahulu menggunakan puisi sebagai alat untuk berkomunikasi. Mungkin itulah sebabnya mengapa orang Jepang sering memasukkan puisi dalam surat-surat mereka.

Puisi Jepang memiliki banyak ragam seperti: Haiku, Tanka dan Renga. Secara khusus, puisi tradisional Jepang ini berisi tentang kehidupan sehari-hari, cinta dan juga tentang alam. Antara puisi Jepang yang satu dengan puisi Jepang yang lain memiliki ciri khusus dengan struktur dan susunan atau tata letak yang beragam pula.



Ragam Puisi Jepang


Haiku
Bentuk asli Haiku sebenarnya berasal dari Renga. Haiku adalah puisi Jepang yang pendek dikarenakan pemotongan atau dalam artian karena adanya pemenggalan pada kalimat yang sebenarnya memanjang.

Basho adalah seorang penyair Jepang yang terkenal dan yang juga telah berjasa dalam mengenalkan Haiku. Walaupun Haiku bertahan hingga saat sekarang ini, namun orang-orang Jepang lebih menikmati membuat puisi dengan bentuk modern atau masa kini dibandingkan membuat Haiku

Sejalan dengan waktu, struktur Haiku mengalami perubahan yang sangat drastis. Pada abad ke-15 M bentuk asli Haiku berubah menjadi sekitar seratus versi yang masing-masing dari versi tersebut masih memiliki jumlah suku kata yang spesifik dengan Renga. Saat ini Haiku terdiri dari 17 suku kata walaupun dengan struktur yang selalu berubah-ubah di setiap masa.

Haiku dapat berisi tentang apa saja. Tetapi banyak orang menulis Haiku untuk menceritakan tentang alam dan kehidupan sehari-hari. Tiga baris Haiku menciptakan rasa yang menggambarkan emosi dari penyairnya.



Tanka

Ragam lain dari puisi Jepang adalah Tanka yang usianya lebih tua dari Haiku tetapi tidak seterkenal Haiku. Tanka telah dikenal sebagai salah satu jenis puisi di Jepang sekitar 1300 tahun. Tanka biasanya dibuat setelah selesainya sebuah peristiwa, kejadian atau suatu perayaan yang spesial.

Tanka cenderung lebih panjang dari Haiku, dan itu memberikan ruang kapada para penyair untuk lebih dapat mengekspresikan perasaannya dengan lebih dalam.

Secara khusus, Tanka ditulis atas perasaan seseorang. Dalam menulis puisi jenis ini, pertama yang harus ditulis adalah tentang sesuatu yang disenangi dan memiliki hasrat atas sesuatu tersebut. Sebagai contoh yaitu tentang alam, tentang suatu tempat, keluarga, cinta atau kehidupan sehari-hari yang menyenangkan dan merupakan sesuatu yang dianggap benar.

Menulis Tanka dengan baik akan menciptakan kecemerlangan penggambaran atau mendapat kesan yang mendalam yang sangat berkaitan dengan perasaan. Jenis puisi seperti ini memberikan penyair kesempatan untuk mengekspresikan perasaannya dengan cara yang unik.



Renga

Ragam puisi Jepang lainnya lagi adalah Renga. Berdasarkan sejarahnya, puisi Jepang berkembang terus. Seiring waktu, tekniknya selalu mengalami perkembangan. Dari seorang penyair, kemudian menjadi dua orang penyair dapat bekerja sama dalam menciptakan sebuah puisi di waktu yang bersamaan, konsep ini dikenal dengan Renga.

Latar belakang ide pembuatan Renga ini yakni salah seorang penyair menuliskan bagian yang menjadi idenya dan penyair lainnya menuliskan kelanjutan puisi dari ide penyair yang pertama dengan idenya sendiri. Dua orang penyair menyatukan ide-ide mereka membentuk sebuah puisi, kegiatan ini di waktu dahulu menjadi sebuah hiburan yang populer. Banyak orang berpikir bahwa membuat Renga sama halnya bermain dalam sebuah kompetisi. Dalam mengikuti permainan seperti ini – seperti halnya sebuah kebiasaan, dibutuhkan pemikiran yang cepat dan dengan rasa humor yang baik untuk dapat bermain Renga.

Renga lebih dulu jauh dikenal dari ragam puisi Jepang lainnya dan mencakup sekitar 100 versi.



Teknik Membuat Puisi Jepang



Haiku

Dalam memulai membuat puisi jenis ini yang pertama kali harus kita ketahui adalah bagaimana susunan dasarnya. Haiku setidaknya memiliki 17 suku kata dalam 3 baris dengan bentuk 5,7,5. setelah itu carilah beberapa ide yang bisa mengilhami untuk membuat Haiku tersebut. Pilihlah sesuatu yang sederhana dan yang tidak terlalu rumit.

Dalam memilih tema, pastikan tema itu adalah sesuatu yang lazim dan memasyarakat, yang dapat memberikan mereka cara pandang lain tentang situasi dan pengalaman tertentu yang biasa ada di masyarakat itu sendiri.

Seperti contoh Haiku di bawah ini:



Derai



Daun berderai

Daun berganti warna

Musim gugurku



Tanka

Teknik dasar membuat Tanka yang memiliki 31 suku kata dalam 5 baris kalimat dengan bentuk susunan suku kata 5,7,5,7,7. Ini adalah cara yang dipakai oleh orang Amerika dalam menulis Tanka. Sementara di Jepang sendiri, Tanka ditulis dalam sebuah garis lurus.

Pada hakikatnya dibutuhkan dua orang dalam membacakan puisi Jepang yang satu ini. Orang pertama membaca versi yang pertama dan yang kedua membaca versi yang selanjutnya.

Sebuah Tanka yang baik biasanya terdiri atas satu tema yang kemudian dapat menggambarkan sebuah ide yang umum dalam keseluruhan puisi tersebut. Tema Tanka biasanya tentang kehidupan sehari-hari dan juga tentang pengalaman-pengalaman yang sederhana atau juga dapat tentang sesuatu hal yang berkesan. Seperti contoh di bawah ini:



Pagi



Mama bangunkanku

Ku meregangkan tubuh

Menggosok gigi

Merapikan rambut

Pergi sekolah



Renga

Format Renga sama seperti halnya Tanka Jepang. Puisi Renga dapat memiliki banyak versi sesuai dengan keinginanmu, masing-masing versi terdiri atas 31 suku kata dalam 5 baris dengan hitungan suku kata per baris yaitu 5,7,5,7,7. Hampir sama dengan Tanka , hanya saja dalam kenyataannya Renga menjadi suatu kompetisi.

Mengapa disebut demikian?, karena tak lain dalam membuat sebuah Renga diperlukan dua orang penyair, seorang menulis baris pertama dan kedua dan seorang lainnya melanjutkan sisanya. Tantangan dalam membuat Renga dimulai dari penyair yang pertama yang membuat baris pertama dan kedua yang kemudian menyulitkan penyair yang kedua. Dalam hal ini penyair yang kedua dituntut untuk lebih pintar dalam melanjutkan dua baris pertama yang tak lain merupakan pikiran seseorang yang memang sangat berbeda.

Puisi di bawah ini sebagai contohnya, dibuat oleh dua orang yang berlainan, mereka bekerja sama dalam membuatnya dengan tidak melupakan juga pola 5,7,5,7,7.



Pujaan Hati



Memulai hari

Bersamamu kekasih

Diri terguncang

Tersipu malu

Kududuk di sampingmu



Hangat mendera

Ia meminta cintaku

Hati berdebar

Jiwaku menggelegar

Diungkapkannya kasih



Aku terima

Dalam lipatan nota

Tertutup rapat

Kubuka dan kubaca

Ku juga cinta kamu



oleh: Aribowo

Sebelumnya: Sastra dan Pemerintahan
Selanjutnya : Sekali Lagi Nda' Tentu

»»  READMORE...

HAIKU

ANIME, kimono, bento. Anda tentu sudah tidak asing lagi dengan kata-kata ini, dan juga sederetan kata berbahasa Jepang lainnya. Saat ini setidaknya ada sekitar seratus istilah dari budaya Jepang yang sudah masuk ke dalam kamus bahasa Inggris. Bukan hanya menyangkut makanan, pakaian, budaya pop tetapi juga seni yang halus semacam puisi.
Jepang memiliki tradisi puitis yang panjang dan mengakar. Seorang yang hidup di lingkungan kerajaan Jepang klasik harus cakap menggubah syair untuk setiap kesempatan. Orang-orang pada saat itu senantiasa menyelipkan puisi dalam percakapan dan surat menyurat. Jika dia tidak bisa menyusun puisi dengan seketika, posisinya terancam. Bisa-bisa dia dipandang sebagai seorang tidak cakap dan kasar. Salah satu varian puisi Jepang yang terus digemari hingga sekarang dan mulai menyebar ke seluruh penjuru adalah haiku. Haiku disebut sebagai salah satu ekspor budaya Jepang yang paling sukses.
Haiku adalah bentuk puisi paling singkat di dunia, terdiri atas tiga baris dengan rima suku kata 5-7-5. Puisi-puisi haiku biasanya mengungkap pergantian musim dan perasaan yang terkait dengannya. Setiap haiku memuat setidaknya satu kata yang merujuk pada musim atau alam. Keunikan haiku terletak pada bentuknya yang ringkas dan sederhana namun mampu masuk ke dalam inti sebuah pengalaman. Sebuah haiku dari penyair termasyhur Matsuo Basho (1644-1694) berikut ini bisa memberikan gambaran tentang kesederhanaan itu:
furuike ya
kawazu tobikomu
mizu no oto
terjemahan bebasnya,
ke kolam tua
katak melompat
suara air
Haiku pada awalnya berkembang dari bentuk puisi wakka atau tanka di Jepang sekitar abad kesembilan dan kedua belas. Tanka mempunyai pola rima 5-7-5-7-7 dengan tema menyangkut kehidupan istana dan keagamaan. Lomba penulisan tanka perlahan-lahan berubah menjadi permainan menulis puisi berima 5-7-5, disambung dengan dua baris 7-7 oleh penyair lain. Permainan ini berkembang dengan penekanan hanya pada puisi pembuka (hokku) yang berima 5-7-5. Puisi pembuka ini kemudian diterima sebagai bentuk puisi tersendiri, dikoleksi dalam berbagai antologi dan menjadi sangat populer.
Pada akhir abad kesembilan belas dan awal abad kedua puluh, Masaoka Shiki, seorang penyair dari Wakamatsu di prefektur Ehime, memperbarui gaya puisi ini dan menamainya "haiku". Sejak 1990-an haiku menjadi semakin terinternasionalisasi. Kini lebih dari sejuta orang di lima puluh negara menyusun haiku dalam bahasa mereka sendiri.
Kecenderungan ini antara lain terlihat dari banyaknya peserta dari luar negeri dalam kontes haiku yang disponsori oleh asosiasi haiku Jepang. Dalam sebuah kontes bisa terdapat antara 100 hingga 3000 haiku dari sekitar lima puluh negara seperti Inggris, Amerika, Prancis, Jerman, dan negara-negara Eropa Timur seperti Bulgaria, Romania, Yugoslavia, dan Kroasia. Delapan puluh persen haiku "asing" ini ditulis dalam bahasa Inggris, disusul oleh bahasa Jerman dan Prancis. Pengirimnya kebanyakan adalah penyair dan pecinta haiku. Sebuah istilah bahkan ditemukan untuk menyebut seorang penyair haiku dalam bahasa Inggris: "haikist".
Perpustakaan Haiku (Haiku Bungakukan) di Shinjuku, Tokyo, telah mengoleksi sekitar seribu majalah haiku dalam bahasa non-Jepang dan lebih dari 1200 antologi dan hasil riset tentang haiku dari luar negeri. Haiku dalam bahasa asing ini tidak dapat mengikuti secara ketat aturan penulisan haiku Jepang dalam soal jumlah suku kata dan perujukan pada alam dan musim. Banyak variasi dalam pendekatan soal suku kata, tergantung pada bahasa dan pemikiran penggubahnya. Haiku berbahasa Jerman, misalnya, tetap tunduk pada aturan jumlah suku kata, sementara bahasa lain ada menekankan soal tiga baris yang singkat, atau mengambil format bebas dengan mementingkan ritme bahasa. Perujukan pada pergantian musim juga tidak selalu diikuti oleh haiku non-Jepang karena beberapa negara tidak mengalami perubahan musim yang terpisah tegas. Coba simak sebuah haiku berbahasa Inggris ini:
spring morning -
a goose feather floats
in the quiet room
-Bruce Ross
Masaoka Shiki (1867-1902) dipandang sebagai tokoh yang merevolusi tradisi haiku di Jepang. Pada 1999, kota kelahirannya membentuk Masaoka Shiki International Haiku Award untuk mengenang sang pelopor haiku modern itu, bekerja sama dengan Yayasan Promosi Budaya Prefektur Ehime. Setahun kemudian, lembaga ini mulai memberikan anugerah kepada para penyair, penulis, dan peneliti haiku di Jepang maupun luar Jepang yang berkontribusi bagi pengembangan literatur haiku. Anugerah tertinggi pada tahun itu diberikan kepada seorang penyair Prancis bernama Yves Bonnefoy. Tahun lalui, bertepatan dengan peringatan seratus tahun wafatnya Shiki, lembaga itu kembali mengadakan lomba haiku. Peserta lomba ini dapat mengirimkan haiku dalam berbagai bahasa melalui internet.
Menyebarnya tradisi penulisan haiku ke seluruh dunia, menurut Shouji Ishikura, sekjen Mainichi Haiku Grand Award, justru lantaran gaya ungkapnya yang singkat dan sederhana. Setiap haiku menangkap momen pengalaman yang sejenak, ketika hal-hal yang biasa mengungkap kesejatiannya dan membuat kita menoleh kembali kepada pengalaman itu. Pengalaman itu bisa menyangkut hal-hal yang bersifat indriawi di tengah kehidupan dan alam, seperti matahari terbit, bunyi lonceng, kesendirian di puncak gunung, atau kebisingan di jalan raya. Yang menyatukan pengalaman-pengalaman itu adalah keinginan kita untuk berhenti sejenak untuk memperhatikannya. Saat yang sejenak itulah yang direkam dalam puisi-puisi haiku---tiga baris singkat yang menghadirkan kembali pengalaman itu secara abadi. Tidakkah Anda tertarik untuk mencoba menulisnya?[]

Tokyo, Juni 2002. Pernah dimuat di suplemen Ruang BacaKoran Tempo, edisi November 2002
»»  READMORE...

Saturday, September 3, 2011

AKAN MENJADI KENANGAN

Terasa hembusan angin melewati kulit
Kunang-kunang bersinar dalam kegelapan
Seperti kelip bintang di langit
Meniadakan dunia dalam kehampaan

Ku berjalan sambil memandang
Memandang sekeliling akan kamung halaman, tempatku lahir, tempatku bermain saat kecildan tempat menatap harapan saat ku menginjak remaja
Mungkin tak lama lagi hanya tinggal kenangan

Ku pun termenung dalamlamunan panjang
Bunyi serangga malam yang menemani dalam kesunyian
Saat ku tersadar ku menatap langit dan melihat bintang yang seakan jatuh ke ujung bumi sana untuk memberi salam pada seseorang yang melihatnya
»»  READMORE...